United Nations Development Programme (UNDP) dan TAILG, perusahaan global terkemuka di bidang mobilitas hijau, secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Kenya terkait Green Mobility Centre of Excellence (GM-CoE). Penandatanganan ini menandai dimulainya inisiatif “Green Ride Africa” sekaligus membuka babak baru kemitraan strategis yang mendalam antara kedua pihak.
Melalui kerja sama ini, UNDP dan TAILG akan bersama-sama mengembangkan proyek percontohan mobilitas hijau dan rendah karbon melalui berbagai bentuk kolaborasi, termasuk pemberdayaan teknologi, pengembangan ekosistem, serta inkubasi industri. Upaya tersebut bertujuan mempercepat transformasi transportasi hijau di Afrika dan mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan di kawasan tersebut.
Penandatanganan ini tidak hanya menjadi tonggak penting dalam strategi global TAILG di bidang mobilitas hijau, tetapi juga merupakan langkah penting bagi merek TAILG dalam kembali berkolaborasi dengan sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa setelah tujuh tahun aktif bekerja sama dengan United Nations Environment Programme (UNEP) dalam mendorong agenda keberlanjutan. Kolaborasi terbaru ini memperkuat keterlibatan TAILG dalam tata kelola rendah karbon global serta kontribusinya terhadap pembangunan berkelanjutan di Afrika dan dunia.
Nama “Green Ride Africa” mencerminkan semangat mobilitas hijau dan rendah karbon menuju perjalanan yang lebih luas dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan proyek percontohan mobilitas listrik UNDP di Afrika, program ini akan mendorong konversi kendaraan roda dua dan roda tiga dari bahan bakar minyak ke tenaga listrik, sekaligus mengintegrasikan solusi fotovoltaik dan penyimpanan energi lokal. Melalui transportasi berbasis energi bersih, program ini diharapkan dapat mengurangi emisi karbon, meningkatkan kualitas mobilitas masyarakat, serta mendukung pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat Afrika.
UNDP berperan dalam berbagai bidang sebagai badan pelaksana Perserikatan Bangsa-Bangsa di tingkat negara, bekerja sama dengan berbagai mitra nasional untuk mendorong pembangunan berkelanjutan, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan perempuan, tata kelola pemerintahan yang baik, serta supremasi hukum. Berdasarkan pengamatan jangka panjang terhadap kinerja nyata dan kontribusi TAILG dalam pengembangan transportasi bersih, UNDP memilih TAILG sebagai mitra dalam proyek GM-CoE. Partisipasi TAILG sebagai mitra korporasi dalam pembangunan sektor mobilitas hijau menjadi salah satu elemen utama dari kerja sama ini.
MoU yang ditandatangani kali ini membangun kerangka kerja yang komprehensif bagi kolaborasi jangka panjang yang stabil dan terstruktur antara kedua pihak. UNDP dan TAILG sepakat menjadikan pembangunan bersama, pengoperasian, serta pengembangan GM-CoE dalam skala yang lebih luas sebagai titik awal utama untuk terus mengaktifkan potensi industri mobilitas hijau dan rendah karbon di Afrika.
Sebagai mitra penting UNDP dalam proyek mobilitas hijau, TAILG akan berpartisipasi secara menyeluruh dalam tata kelola operasional proyek, pembangunan sistem inovasi teknologi, implementasi proyek ekosistem, serta pertukaran teknologi internasional. Upaya ini bertujuan membangun platform pengembangan yang profesional dan berkelanjutan bagi industri inovasi teknologi hijau di Afrika.
Saat ini, mobilitas hijau telah menjadi salah satu sektor utama dalam pembangunan berkelanjutan Afrika. Transformasi rendah karbon pada sektor transportasi Afrika tidak hanya bergantung pada pembaruan kendaraan, tetapi juga membutuhkan penguatan kemampuan inovasi lokal, penyempurnaan ekosistem industri hijau, serta solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi setempat.
Melalui kemitraan strategis ini, sumber daya platform global UNDP, pengalaman tata kelola internasional, dan kemampuan pemberdayaan regional akan dipadukan dengan teknologi rantai industri mobilitas listrik TAILG yang matang, sistem rantai pasok yang kuat, serta pengalaman implementasi global. Kolaborasi ini akan secara tepat menjawab kebutuhan nyata transformasi rendah karbon di Afrika, mengaktifkan potensi inovasi teknologi lokal secara sistematis, serta membangun model baru pembangunan transportasi hijau Afrika yang dapat direplikasi dan diterapkan secara lebih luas.
Berdasarkan ruang lingkup kerja sama yang tercantum dalam MoU, kedua pihak akan membangun sistem kolaborasi menyeluruh yang mencakup “arahan strategis + pemberdayaan teknologi + inkubasi inovasi + implementasi pasar”, dengan mempertimbangkan kebutuhan nyata pasar Afrika.
Sebagai mitra, TAILG akan berpartisipasi secara mendalam dalam pembangunan pusat teknologi hijau, memberikan arahan strategis tingkat tinggi bagi perkembangan industri mobilitas hijau Afrika, serta membangun mekanisme pertukaran industri internasional dan kolaborasi berkelanjutan.
Pada saat yang sama, kedua pihak akan bersama-sama menyelenggarakan berbagai program khusus, termasuk kompetisi inovasi mobilitas hijau, pertukaran teknologi, dan inkubasi perusahaan rintisan. Dengan memanfaatkan keunggulan teknologi inti TAILG dalam kendaraan listrik roda dua dan roda tiga, pengelolaan siklus hidup baterai, serta infrastruktur pengisian dan penukaran baterai pintar, ditambah kekuatan rantai pasok globalnya, TAILG akan memberikan dukungan menyeluruh bagi solusi inovatif mobilitas hijau lokal di Afrika, mulai dari pengembangan teknologi, pengujian skenario penggunaan, validasi empiris hingga implementasi komersial.
Kedua pihak juga akan membangun mekanisme komunikasi dan koordinasi rutin untuk mengintegrasikan sumber daya, mengelola risiko proyek, serta mengatasi hambatan implementasi, sehingga seluruh hasil kerja sama dapat dilaksanakan secara efisien dan diselesaikan sesuai jadwal.
Dalam kolaborasi ekosistem industri, mitra strategis TAILG, Sunwoda–Sunwoda Energy, akan memberikan dukungan di bidang baterai dan sistem penyimpanan energi. Bersama TAILG, perusahaan tersebut juga akan mendorong pengembangan standar terintegrasi untuk sistem fotovoltaik, penyimpanan energi, pengisian dan penukaran baterai, serta standar daur ulang baterai dan battery passport.
Sebagai mitra UNDP di bidang mobilitas hijau, TAILG memiliki kekuatan industri global yang solid. TAILG memiliki tujuh basis penelitian, pengembangan, dan manufaktur di seluruh dunia, dengan kapasitas produksi tahunan lebih dari 15 juta unit. Produk dan layanannya telah menjangkau lebih dari 70 negara dan kawasan di seluruh dunia.
Dengan kemampuan industri yang terintegrasi mulai dari penelitian dan pengembangan inti, manufaktur cerdas, sistem pendukung hingga operasi dan layanan global, TAILG memiliki fondasi teknologi, kapasitas produksi, dan rantai pasok yang kuat untuk mendukung implementasi proyek mobilitas hijau di pasar internasional.
Presiden TAILG, Michael Yao, mengatakan:
“Pengembangan inovasi mobilitas hijau harus selalu berpegang pada tiga prinsip utama: praktis, inklusif, dan terlokalisasi. Kerja sama strategis dengan United Nations Development Programme kali ini merupakan tonggak penting dalam pengembangan global TAILG yang berkualitas tinggi.
Ke depan, TAILG akan memanfaatkan teknologi kendaraan roda dua energi baru untuk bersama-sama mendorong mobilitas hijau, konversi kendaraan berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik, serta proyek pengurangan emisi karbon di Afrika.
Melalui langkah nyata, kami akan berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals, menghadirkan solusi transportasi rendah karbon dari Tiongkok, dan bersama-sama mendorong pertumbuhan jangka panjang ekonomi hijau di kawasan tersebut. Dengan inovasi teknologi dan praktik industri yang berkelanjutan, kami akan terus menjaga lingkungan, mendukung pembangunan berkelanjutan global, dan membuat bumi melangkah lebih jauh — Go Further.”